Minggu, 20 November 2011

Metode Nilai Jual Relatif


Menurut metode ini harga jual produk bersama pada saat splitt off sangat mungkin tidak diketahui terutama sekali bila produk tersebut masih memerlukan proses lebih lanjut. Dalam keadaan ini harga jual produk tersebut pada saat memjadi produk selesai (setelah diproses lebih lanjut) tetap harus diketahui. Harga jual dari produk bersama dalam hal ini disebut harga jual “ hipotesis “.
Harga jual hipotesis     =   Total harga jual   –   biaya produksi setelah dipisahkan
Total nilai harga jual setiap produk
Alokasi biaya bersama= _____________________________ x  Total biaya                                                                                                                                                                            bersama
Total nilai jual seluruh produk

Alokasi Biaya Produk Bersama
Ma  cam
Pro duk





Jum lah Pro
duksi

(Kg)
Harga jual per Kg


(Rp)
Total harga jual



(Rp)
Biaya produksi setelah dipisah

(Rp)
Harga jual Hipotesis

Alokasi Biaya Bersama



(Rp)
Harga Pokok Per Kg


(Rp)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)=(4)-(5)
(7)
(8)
Krpk Ram bak

1.100

10.500
a)
11.550.000

44.000
b)
11.506.000
c)
11.396.143,42
d)
10.400,13
Krpk Gen dar


880

9.150

8.052.000

77.000

7.975.000

7.898.856,58

9.063,47
Total

19.481.000
19.295.000

Sumber: Diolah sendiri,januari 2010

● Keterangan table IV.5
a) Total harga jual                =  Jumlah produksi (kg)  x  Harga jual per kg
b) Harga jual Hipotesis        =  Total harga jual  -  biaya produksi setelah dipisah
c) Alokasi biaya bersama    =  Harga jual hipotesis x Total biaya bersama
Total harga jual hipotesis
d) Harga pokok per kg         =Alokasi biaya bersama+biaya produksi setelah dipisah
Jumlah produksi (kg)

Dari table diatas diperoleh perhitungan alokasi biaya bersama yang diperlukan perusahaan pada bulan januari 2010 untuk kerupuk rambak menghasilkan produksi sebesar 1.100 kg dengan harga jual per kg sebesar Rp. 10.500,- sehingga diperoleh total harga jual sebesar Rp. 11.550.000,-. Biaya produksi setelah dipisah untuk kerupuk rambak sebesar Rp. 44.000,- memperoleh harga jual hipotesis sebesar     Rp. 11.506.000,- dengan  alokasi biaya bersama sebesar Rp 11.396.143,42,- diperoleh harga pokok per kg sebesar Rp. 10.400,13,- sedangkan untuk kerupuk gendar menghasilkan produksi sebesar 880 kg dengan harga jual per kg sebesar           Rp. 9.150,- diperoleh total harga jual sebesar Rp. 8.052.000,- biaya produksi setelah dipisah untuk kerupuk gendar  sebesar   Rp. 77.000,- memperoleh harga jual hipotesis sebesar Rp. 7.975.000 dengan alokasi biaya bersama sebesar                  Rp. 7.898.856,58,- diperoleh harga pokok per kg sebesar Rp. 9.063,47,-                                 
Laporan Laba Rugi
Tabel IV.6 Perhitungan Laba Kotor
Macam
Produk





Kuan titas dijual

(Kg)
Harga jual per Kg

(Rp)
Harga pokok per kg

(Rp)
Jumlah  penjualan


(Rp)
Jumlah harga pokok


(Rp)
Laba kotor



(Rp)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)=(2*3)
(6)=(4)-(5)
(7)
Krpk Rambak

1.100

10.500
a)
10.400.13

11.550.000
b)
11.440.143
c)
109.857
Krpk Gendar


880

9.150

9.063,47

8.052.000

7.975.853,6

76.146,4
Total

19.415.996,6
186.003,4
Sumber: Diolah sendiri,januari 2010

● Keterangan table IV.6
a) Jml penjualan           =  Kuantitas dijual (kg)  x  Harga jual per kg
b) Jml harga pokok      =  Kuantitas dijual (kg)  x  Harga pokok per kg
c) Laba kotor =  Jumlah penjualan  –  Jumlah harga pokok

Dari table diatas diperoleh perhitungan laba kotor  perusahaan pada bulan januari 2010 untuk kerupuk rambak dengan kuantitas dijual sebesar 1.100 kg dengan harga jual per kg sebesar Rp. 10.500,- maka jumlah harga pokok diperoleh sebesar Rp. 11.440.143,- dan laba kotor diperoleh sebesar Rp. 109.857,- sedangkan untuk kerupuk gendar dengan kuantitas dijual sebesar 880 kg dengan harga jual per kg sebesar Rp. 9.150,- maka jumlah harga pokok diperoleh sebesar Rp. 7.975.853.6,- dan laba kotor diperoleh sebesar Rp. 76.146,4,-

Dalam perhitungan laba rugi penulis mengunakan metode dalam bentuk single step karena lebih mudah digunakan dan sesuai dengan perhitungan yang diperoleh pada perhitungan alokasi biaya bersama. Perhitungan laba rugi dalam alokasi biaya bersama berguna untuk mengetahui berapa besar penjualan masing-masing produk bersama terhadap seluruh laba yang diperoleh perusahaan. Dari semua produk yang dihasilkan oleh perusahan telah terjual habis dengan harga masing-masing untuk produk kerupuk rambak Rp. 10.500,- perkg dan kerupuk gendar         Rp.9.150,- per kg, maka perhitungan laba rugi dapat dicari sebagai berikut:

PD. Kerupuk Adi Makmur
Laporan Laba Rugi
Bulan  Januari  2010
____________________________________________________________________

Keterangan Kerupuk Rambak Kerupuk Gendar Jumlah
Penjualan   *        Rp. 11.550.000,-       Rp.  8.052.000,-            Rp.19.602.000,-
Harga pokok
Penjualan  *         Rp. 11.440.143,- Rp.  7.975.853,6,- Rp.19.415.996,6,-
Laba Kotor         Rp.      109.857,- Rp.       76.146,4,- Rp.     186.003,4,-

Biaya pemasaran                                  Rp.                   0 Rp                    0
Laba Bersih                                                                                 Rp.     186.003,4,-


●Keterangan
* Jml penjualan                       =  kuantitas dijual (kg)  x  Harga jual per kg
* Jml harga pokok penjualan  =  Kuantitas dijual (kg)  x  harga pokok per kg

Analisis
Setelah melakukan perhitungan alokasi biaya bersama dengan metode nilai jual relatif maka penulis menganalisis bahwa: Perhitungan alokasi biaya bersama pada PD. Kerupuk Adi Makmur menghasilkan alokasi biaya bersama pada kerupuk rambak sebesar Rp. 11.396.143,42,-  sedangkan pada kerupuk gendar sebesar          Rp. 7.898.856,58 dengan total alokasi biaya bersama sebesar Rp. 19.295.000,-. Dari perhitungan alokasi biaya bersama diperoleh harga pokok produk per kg untuk kerupuk rambak sebesar Rp. 10.400,13,- dan kerupuk gendar sebesar Rp. 9.063,47,- ternyata harga pokok tersebut terlalu besar sehingga mengakibatkan perolehan laba yang kecil.
Dalam perhitungan laba dengan metode nilai jual relatif  menghasilkan jumlah laba sebesar Rp. 186.003,4,- yang terdiri dari: Laba kotor kerupuk rambak sebesar              Rp. 109.857,- dan laba kotor kerupuk gendar sebesar Rp.76.146,4,-. Ternyata laba yang diperoleh PD Kerupuk Adi Makmur dalam sebulan masih kecil.
Pada PD. Kerupuk Adi Makmur laba bersih yang dihasilkan ternyata sama dengan laba bruto, hal ini disebabkan karena pada PD. Kerupuk tidak ada biaya pemasaran yang dapat mengurangi laba bruto karena para customer langsung mangambil pesanan kerupuknya ke PD. Kerupuk adi Makmur sehinga PD. Kerupuk Adi Makmur tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemasaran.
  

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates